Ibu bayi itu, Madina Yakubova, mengatakan tulisan muncul pada Senin dan Jumat dan ditandai dengan suhu tubuh Ali menjadi sangat tinggi dan dia menangis. Tulisan itu secara berangsur-angsur hilang setelah tiga hari, dan kemudian muncul lagi. Lanjutnya, tulisan ayat-ayat Qur’an lama akan menghilang sebelum muncul tulisan-tulisan ayat Qur’an baru, biasanya hal tersebut terjadi seminggu dua kali. ibu Aliyang bernama Madina mengatakan dia dan suaminya bukanlah termasuk orang yang religius dalam beragama, mungkin dalam istilah kita kaum abangan.
Ulama muslim Rusia menafsirkan fenomena tersebut sebagai peringatan kepada seluruh Muslim Rusia dan Dagestan. Wallohualam.
sumber :
detik
kompas
okezone
Sekelompok siswa kelas geografi sedang
mempelajari ‘Tujuh Keajaiban Dunia’.
Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka
pikir merupakan ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak
sesuaian, sebagian besar daftar berisi sbb :
1] Piramida
2] Taj Mahal
3] Tembok Besar Cina
4] Menara Pisa
5] Kuil Angkor
6] Menara Eiffel
7] Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, se
orang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang
guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab, ‘Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat
banyaknya ‘keajaiban itu’. Sang guru berkata,’Baik, katakan pada kami apa yang
kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya’.
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, ‘Saya pikir, ‘Tujuh Keajaiban Dunia’
itu adalah :
1] Bisa melihat,
2] Bisa mendengar,
3] Bisa menyentuh,
4] Bisa menyayangi,
5] Bisa merasakan,
6] Bisa tertawa, dan
7] Bisa mencintai
Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat
pada eksploitasi manusia dan menyebutnya ‘keajaiban’. Sementara kita lihat lagi
semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai ‘biasa’.
Label: Keajaiban